Jepang · 36° LU

Hujan meteor berikutnya di atas Tokyo adalah Draconid.

Malam puncaknya 8 Oktober 2026.

Jangan lewatkan puncak berikutnya di atas Tokyo.

Gratis — satu notifikasi saja, menjelang malam saat hujan meteor memuncak, dan hanya kalau langit memang cerah.

Unduh di App StoreDapatkan di Google Play
Puncak, waktu Tokyo
01.13
Ketinggian radian
57°
Bulan
4%
Kualitas tontonan
Cukup

Malam puncak di Tokyo

Draconid, malam 8–9 Oktober. Setiap angka di bawah dihitung untuk koordinat dan jam persis Tokyo — bukan disalin dari almanak umum.

Dihitung 2026-08-21 · waktu ditampilkan untuk Asia/Tokyo

Puncak
01.138–9 Oktober
Waktu gelap
18.40–04.17langit benar-benar gelap
Waktu terbaik
18.30–04.00
Titik radian
barat laut · 57°
Bulan
4%sabit akhir
Laju puncak (ZHR)
10/jam
Kecepatan
20km/detik
Rasi bintang radian
Draco

Sumber: International Meteor Organization · IAU Meteor Data Center · astronomy-engine v2.1.19

Berapa meteor yang benar-benar akan kamu hitung

ZHR 10 adalah angka laboratorium. Dari Tokyo, dengan radian mentok di 57° dan Bulan 4%, inilah kisaran jujurnya per jam menurut tempatmu berdiri:

Langit kota
1–2/jam
Pinggiran kota
2–4/jam
Tempat gelap
4–10/jam

Titik radian di atas Tokyo, jam demi jam

Seberapa tinggi radian Draconid naik sepanjang malam puncak. Makin tinggi, makin banyak bagian hujan meteornya yang melewati cakrawala — atur sesi menontonmu di sekitar penanda emas.

Titik radian di atas Tokyo, jam demi jam30°60°maks 57° · 18.4018.4023.2804.17

Malam ini di atas Tokyo

Pemeriksaan langsung untuk malam nanti: apa yang sedang jatuh, kapan waktunya layak keluar rumah, dan apakah cuaca mengizinkanmu melihatnya.

Menghitung langit malam ini…

Hujan meteor tahun ini dari Tokyo

Diurutkan menurut seberapa bagus masing-masing benar-benar terlihat dari Tokyo tahun ini — ketinggian radian, Bulan, dan lajunya sudah diperhitungkan semua.

Kenapa pemandangan dari Tokyo berbeda

Tokyo berada di 36°LU. Hujan meteor yang radiannya jauh di utara naik tinggi di atas kepala dari sini, sementara sebagian hujan meteor langit selatan nyaris tidak melewati cakrawala — atau tidak terbit sama sekali.

Hujan meteor di Tokyo, bulan demi bulan

Setahun penuh dari lintang Tokyo dalam satu tabel — hujan meteor utama tiap bulan, malam puncaknya, dan bagaimana Bulan memperlakukannya. Bulan-bulan sepi ditampilkan apa adanya: sebagian kalender langit memang kosong, dan mengetahuinya menyelamatkanmu dari begadang sia-sia.

BulanHujan meteor utamaMalam puncakCahaya Bulan saat puncakDari Tokyo
JanuariQuadrantid4 Januari 202714%Sangat baik
FebruariSepi — hanya meteor sporadis
MaretSepi — hanya meteor sporadis
AprilLyrid23 April 202796%Kurang
MeiEta Aquarid6 Mei 20270%Kurang
JuniSepi — hanya meteor sporadis
JuliDelta Aquarid Selatan30 Juli 202713%Kurang
AgustusPerseid13 Agustus 202784%Cukup
SeptemberSepi — hanya meteor sporadis
OktoberOrionid21 Oktober 202675%Kurang
NovemberLeonid17 November 202651%Kurang
DesemberGeminid14 Desember 202622%Sangat baik

Ada dua pola di tabel itu yang layak dilihat dua kali. Pertama, kolom Bulan mengocok ulang setahun penuh setiap tahun: hujan meteor yang tahun lalu berkelahi dengan purnama bisa dapat langit hitam legam tahun ini. Karena itu penilaian di atas dihitung baru untuk Tokyo dan geometri tahun ini — bukan disalin dari almanak tetap yang cepat basi.

Kedua, lintang adalah takdir. Dari lintang 36°LU, sebagian radian memang selalu naik lebih tinggi daripada yang lain, dan hujan meteor sederhana dengan radian yang letaknya pas akan diam-diam mengalahkan yang terkenal tapi tak pernah melewati atap-atap Tokyo. Kalau tabelnya berbeda dari judul berita, percayai tabelnya — ia tahu di mana kamu tinggal.

Tempat menonton di sekitar Tokyo

Untuk Draconid, radiannya menanjak di langit sebelah barat laut dari Tokyo dan mentok di 57°, jadi pilih tempat yang arah itu terbuka sampai ke cakrawala. Lalu lihatlah sedikit ke sampingnya — jejak paling panjang muncul 40–60° dari radian. Beri matamu dua puluh menit untuk menyesuaikan diri, redupkan layar ponselmu, dan bawa jaket yang lebih tebal dari dugaanmu: menonton meteor berarti duduk diam di luar semalaman, dan udara malam selalu lebih dingin dari yang kamu kira.

Selengkapnya ada di panduan

Memotret meteor di atas Tokyo

Arahkan kamera 40–60° menjauh dari radian — radiannya ada di sebelah barat laut Tokyo pada malam puncak — supaya jejaknya melintasi bingkaimu pada panjang maksimalnya. Sisakan sedikit latar depan: deretan pohon atau siluet kota menjangkarkan fotonya. Cahaya Bulan adalah perusak utamanya; dengan Bulan 4% saat puncak Draconid, langit sepenuhnya milikmu — bebas buka rana selama yang kamu mau.

Selengkapnya ada di panduan

Ke mana harus pergi dari Tokyo

Dari Tokyo, langitnya terus membaik sampai sekitar 62 km — di situlah pendar cahaya di sekitarmu turun jadi seperdua puluh dari yang menutupi pusat kota. Tiga puluh kilometer keluar kota, kamu masih berada di sekitar 28% dari pendar pusat kota — itulah sebabnya lari singkat ke pinggir kota di sini jauh lebih tidak membantu daripada dugaan orang.

Arah sama pentingnya dengan jarak. Pada jarak yang sama, langit di sebelah selatan kota berada di sekitar 2% dari pusat kota, sementara di sebelah utara masih 9% — jarak tempuh yang sama, bedanya berkali lipat.

Tempat yang benar-benar didatangi orang

Tempat-tempat di sekitar sini yang memang dipakai orang untuk menonton meteor — taman langit gelap, observatorium yang membuka malam untuk umum, bumi perkemahan yang mengizinkan orang berjaga semalaman. Masing-masing sudah dicocokkan dengan yang diumumkan pengelolanya, karena taman yang gelap dan taman yang buka jam 2 pagi adalah dua fakta yang berbeda.

  • 堂平天文台
    58 km arah barat laut · pendar langit 2% dari pusat kota

    Bekas observatorium nasional di sebuah puncak di Tokigawa, Saitama, kini menggelar sesi memandang bintang untuk umum pukul 19.00–21.00 pada Jumat ke-2 dan ke-4 tiap bulan (¥200, wajib pesan) dan menyewakan rumah kayu, yurt, serta kamar kubah supaya kamu bisa sah bertahan semalam penuh.

    Sumber

  • 神津島
    170 km arah selatan-barat daya · pendar langit <1% dari pusat kota

    Pulau milik Tokyo di gugusan Izu ini disertifikasi sebagai Dark Sky Park pada Desember 2020 — satu-satunya 'Dark Sky Island' di Jepang — dengan lampu jalan berpelindung anti-polusi cahaya dan acara memandang bintang berpemandu dari asosiasi pariwisata setempat; tapi ke sana naik feri atau pesawat, bukan mobil.

    Sumber

Diukur dari: VIIRS VNL 2025 (Earth Observation Group)

Membaca angkanyaSelengkapnya ada di panduan

Pertanyaan umum seputar Tokyo

Kapan hujan meteor berikutnya di Tokyo?+

Draconid, memuncak pada malam 8 Oktober 2026 waktu setempat.

Hujan meteor apa yang paling bagus ditonton dari Tokyo tahun ini?+

Geminid — radiannya naik paling tinggi di atas cakrawala Tokyo tahun ini dengan gangguan cahaya Bulan paling sedikit, jadi inilah taruhan terbaik untuk laju puncaknya.

Berapa meteor yang benar-benar akan kulihat dari Tokyo?+

Saat puncak Draconid, perkirakan sekitar 2–4 meteor per jam dari pinggiran Tokyo, 1–2 dari pusat kota yang terang, dan 4–10 di bawah langit yang benar-benar gelap dalam jarak berkendara. Selisihnya adalah polusi cahaya, bukan hujan meteornya.

Ke arah mana aku harus melihat dari Tokyo?+

Hadaplah kira-kira ke barat laut. Radian Draconid berdiri paling tinggi di atas Tokyo sekitar pukul 18.40, mencapai 57° — tapi jangan menatap lurus ke sana: jejak terpanjang muncul 40–60° di kiri dan kanannya.

Apakah Bulan akan merusak Draconid dari Tokyo?+

Pada malam puncak, Bulan menyala 4% (sabit akhir). Cukup gelap sehingga cahaya Bulan bukan penghambat utamanya — kualitas langit dan awan yang akan menentukan malammu.

Ada yang terlihat dari Tokyo malam ini, sebelum puncaknya?+

Biasanya ada. Hujan meteor berlangsung berhari-hari sampai berminggu-minggu di sekitar maksimumnya, dan latar meteor sporadis menambah beberapa meteor per jam di malam gelap mana pun. Panel “Malam ini” di atas menghitung malam nanti khusus untuk Tokyo — apa yang sedang jatuh, waktu terbaiknya, dan apakah awan akan mengizinkanmu melihat apa pun.

Berapa banyak hujan meteor yang bisa dilihat dari Tokyo?+

Dari sebelas hujan meteor besar tahunan, 11 di antaranya terlihat dari lintang Tokyo tahun ini — meski awan dan cahaya Bulan yang menentukan berapa banyak meteor yang benar-benar kamu hitung pada satu malam.

Perlukah aku keluar dari Tokyo untuk melihat hujan meteor?+

Tidak wajib, tapi sangat membantu. Polusi cahaya kota menghapus semua meteor kecuali yang paling terang — berkendara 30–45 menit saja ke langit yang lebih gelap bisa mengubah beberapa penampakan jadi puluhan.

Hujan meteor di kota-kota terdekat

Dapatkan pengingat untuk Tokyo

Kami kabari kamu pada sore hari saat sebuah hujan meteor layak ditonton dari Tokyo — dan hanya kalau langitnya benar-benar cerah, bukan saat awan menutup semuanya.

Unduh di App StoreDapatkan di Google Play