Indonesia · 6° LS

Hujan meteor berikutnya di atas Jakarta adalah Draconid.

Malam puncaknya 8 Oktober 2026.

Jangan lewatkan puncak berikutnya di atas Jakarta.

Gratis — satu notifikasi saja, menjelang malam saat hujan meteor memuncak, dan hanya kalau langit memang cerah.

Unduh di App StoreDapatkan di Google Play
Puncak, waktu Jakarta
23.13
Ketinggian radian
20.7°
Bulan
4%
Kualitas tontonan
Kurang

Malam puncak di Jakarta

Draconid, malam 8–9 Oktober. Setiap angka di bawah dihitung untuk koordinat dan jam persis Jakarta — bukan disalin dari almanak umum.

Dihitung 2026-08-21 · waktu ditampilkan untuk Asia/Jakarta

Puncak
23.138–9 Oktober
Waktu gelap
18.55–04.24langit benar-benar gelap
Waktu terbaik
19.00–04.30
Titik radian
utara-barat laut · 20.7°
Bulan
4%sabit akhir
Laju puncak (ZHR)
10/jam
Kecepatan
20km/detik
Rasi bintang radian
Draco

Sumber: International Meteor Organization · IAU Meteor Data Center · astronomy-engine v2.1.19

Berapa meteor yang benar-benar akan kamu hitung

ZHR 10 adalah angka laboratorium. Dari Jakarta, dengan radian mentok di 20.7° dan Bulan 4%, inilah kisaran jujurnya per jam menurut tempatmu berdiri:

Langit kota
0–1/jam
Pinggiran kota
1–2/jam
Tempat gelap
2–4/jam

Titik radian di atas Jakarta, jam demi jam

Seberapa tinggi radian Draconid naik sepanjang malam puncak. Makin tinggi, makin banyak bagian hujan meteornya yang melewati cakrawala — atur sesi menontonmu di sekitar penanda emas.

Titik radian di atas Jakarta, jam demi jam30°60°maks 21° · 18.5518.5523.4004.24

Malam ini di atas Jakarta

Pemeriksaan langsung untuk malam nanti: apa yang sedang jatuh, kapan waktunya layak keluar rumah, dan apakah cuaca mengizinkanmu melihatnya.

Menghitung langit malam ini…

Hujan meteor tahun ini dari Jakarta

Diurutkan menurut seberapa bagus masing-masing benar-benar terlihat dari Jakarta tahun ini — ketinggian radian, Bulan, dan lajunya sudah diperhitungkan semua.

Kenapa pemandangan dari Jakarta berbeda

Jakarta berada di 6°LS. Hujan meteor yang radiannya jauh di selatan naik tinggi di atas kepala dari sini, sementara sebagian hujan meteor langit utara nyaris tidak melewati cakrawala — atau tidak terbit sama sekali.

Hujan meteor di Jakarta, bulan demi bulan

Setahun penuh dari lintang Jakarta dalam satu tabel — hujan meteor utama tiap bulan, malam puncaknya, dan bagaimana Bulan memperlakukannya. Bulan-bulan sepi ditampilkan apa adanya: sebagian kalender langit memang kosong, dan mengetahuinya menyelamatkanmu dari begadang sia-sia.

BulanHujan meteor utamaMalam puncakCahaya Bulan saat puncakDari Jakarta
JanuariQuadrantid4 Januari 202714%Kurang
FebruariSepi — hanya meteor sporadis
MaretSepi — hanya meteor sporadis
AprilLyrid22 April 202796%Kurang
MeiEta Aquarid6 Mei 20270%Cukup
JuniSepi — hanya meteor sporadis
JuliDelta Aquarid Selatan30 Juli 202713%Cukup
AgustusPerseid13 Agustus 202784%Kurang
SeptemberSepi — hanya meteor sporadis
OktoberOrionid21 Oktober 202675%Kurang
NovemberLeonid17 November 202651%Kurang
DesemberGeminid14 Desember 202622%Baik

Ada dua pola di tabel itu yang layak dilihat dua kali. Pertama, kolom Bulan mengocok ulang setahun penuh setiap tahun: hujan meteor yang tahun lalu berkelahi dengan purnama bisa dapat langit hitam legam tahun ini. Karena itu penilaian di atas dihitung baru untuk Jakarta dan geometri tahun ini — bukan disalin dari almanak tetap yang cepat basi.

Kedua, lintang adalah takdir. Dari lintang 6°LS, sebagian radian memang selalu naik lebih tinggi daripada yang lain, dan hujan meteor sederhana dengan radian yang letaknya pas akan diam-diam mengalahkan yang terkenal tapi tak pernah melewati atap-atap Jakarta. Kalau tabelnya berbeda dari judul berita, percayai tabelnya — ia tahu di mana kamu tinggal.

Tempat menonton di sekitar Jakarta

Untuk Draconid, radiannya menanjak di langit sebelah utara-barat laut dari Jakarta dan mentok di 20.7°, jadi pilih tempat yang arah itu terbuka sampai ke cakrawala. Lalu lihatlah sedikit ke sampingnya — jejak paling panjang muncul 40–60° dari radian. Beri matamu dua puluh menit untuk menyesuaikan diri, redupkan layar ponselmu, dan bawa jaket yang lebih tebal dari dugaanmu: menonton meteor berarti duduk diam di luar semalaman, dan udara malam selalu lebih dingin dari yang kamu kira.

Selengkapnya ada di panduan

Memotret meteor di atas Jakarta

Arahkan kamera 40–60° menjauh dari radian — radiannya ada di sebelah utara-barat laut Jakarta pada malam puncak — supaya jejaknya melintasi bingkaimu pada panjang maksimalnya. Sisakan sedikit latar depan: deretan pohon atau siluet kota menjangkarkan fotonya. Cahaya Bulan adalah perusak utamanya; dengan Bulan 4% saat puncak Draconid, langit sepenuhnya milikmu — bebas buka rana selama yang kamu mau.

Selengkapnya ada di panduan

Ke mana harus pergi dari Jakarta

Dari Jakarta, langitnya terus membaik sampai sekitar 58 km — di situlah pendar cahaya di sekitarmu turun jadi seperdua puluh dari yang menutupi pusat kota. Tiga puluh kilometer keluar kota, kamu masih berada di sekitar 25% dari pendar pusat kota — itulah sebabnya lari singkat ke pinggir kota di sini jauh lebih tidak membantu daripada dugaan orang.

Arah sama pentingnya dengan jarak. Pada jarak yang sama, langit di sebelah utara kota berada di sekitar <1% dari pusat kota, sementara di sebelah barat masih 10% — jarak tempuh yang sama, bedanya berkali lipat.

Tempat yang benar-benar didatangi orang

Tempat-tempat di sekitar sini yang memang dipakai orang untuk menonton meteor — taman langit gelap, observatorium yang membuka malam untuk umum, bumi perkemahan yang mengizinkan orang berjaga semalaman. Masing-masing sudah dicocokkan dengan yang diumumkan pengelolanya, karena taman yang gelap dan taman yang buka jam 2 pagi adalah dua fakta yang berbeda.

  • Gunung Pancar
    43 km arah selatan · pendar langit 14% dari pusat kota

    Bumi perkemahan berhutan pinus di Babakan Madang dekat Sentul, sekitar satu setengah jam dari Jakarta lewat tol Jagorawi, dengan enam area kemah bermalam yang bisa dipesan, air, dan toilet; ini pilihan mudah yang paling dekat, meski pendar lampu kota masih terasa.

    Sumber

  • Pantai Sawarna
    104 km arah barat daya · pendar langit 1% dari pusat kota

    Pantai terpencil di pesisir selatan Lebak, Banten, empat setengah sampai tujuh jam berkendara, tempat lahan kemah di atas pasir disewakan sekitar Rp50.000 semalam — dan minimnya polusi cahaya persis itulah yang dicari orang.

    Sumber

Diukur dari: VIIRS VNL 2025 (Earth Observation Group)

Membaca angkanyaSelengkapnya ada di panduan

Pertanyaan umum seputar Jakarta

Kapan hujan meteor berikutnya di Jakarta?+

Draconid, memuncak pada malam 8 Oktober 2026 waktu setempat.

Hujan meteor apa yang paling bagus ditonton dari Jakarta tahun ini?+

Geminid — radiannya naik paling tinggi di atas cakrawala Jakarta tahun ini dengan gangguan cahaya Bulan paling sedikit, jadi inilah taruhan terbaik untuk laju puncaknya.

Berapa meteor yang benar-benar akan kulihat dari Jakarta?+

Saat puncak Draconid, perkirakan sekitar 1–2 meteor per jam dari pinggiran Jakarta, 0–1 dari pusat kota yang terang, dan 2–4 di bawah langit yang benar-benar gelap dalam jarak berkendara. Selisihnya adalah polusi cahaya, bukan hujan meteornya.

Ke arah mana aku harus melihat dari Jakarta?+

Hadaplah kira-kira ke utara-barat laut. Radian Draconid berdiri paling tinggi di atas Jakarta sekitar pukul 18.55, mencapai 20.7° — tapi jangan menatap lurus ke sana: jejak terpanjang muncul 40–60° di kiri dan kanannya.

Apakah Bulan akan merusak Draconid dari Jakarta?+

Pada malam puncak, Bulan menyala 4% (sabit akhir). Cukup gelap sehingga cahaya Bulan bukan penghambat utamanya — kualitas langit dan awan yang akan menentukan malammu.

Ada yang terlihat dari Jakarta malam ini, sebelum puncaknya?+

Biasanya ada. Hujan meteor berlangsung berhari-hari sampai berminggu-minggu di sekitar maksimumnya, dan latar meteor sporadis menambah beberapa meteor per jam di malam gelap mana pun. Panel “Malam ini” di atas menghitung malam nanti khusus untuk Jakarta — apa yang sedang jatuh, waktu terbaiknya, dan apakah awan akan mengizinkanmu melihat apa pun.

Berapa banyak hujan meteor yang bisa dilihat dari Jakarta?+

Dari sebelas hujan meteor besar tahunan, 10 di antaranya terlihat dari lintang Jakarta tahun ini — meski awan dan cahaya Bulan yang menentukan berapa banyak meteor yang benar-benar kamu hitung pada satu malam.

Perlukah aku keluar dari Jakarta untuk melihat hujan meteor?+

Tidak wajib, tapi sangat membantu. Polusi cahaya kota menghapus semua meteor kecuali yang paling terang — berkendara 30–45 menit saja ke langit yang lebih gelap bisa mengubah beberapa penampakan jadi puluhan.

Hujan meteor di kota-kota terdekat

Dapatkan pengingat untuk Jakarta

Kami kabari kamu pada sore hari saat sebuah hujan meteor layak ditonton dari Jakarta — dan hanya kalau langitnya benar-benar cerah, bukan saat awan menutup semuanya.

Unduh di App StoreDapatkan di Google Play